PROPOSAL
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS ( PTK )
”UPAYA
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL”
(Penelitian
Tindakan Kelas, Kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam)
Oleh
: WASIS
BUDIONO
Semester
: VII
Nim
: 2009821542
Nimko
: 2009.4.082.0001.1.00562
Dosen
: Drs. H. Moch. Man Arfa Ladamay, M.Pd.
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH (STAIM)
PONDOK PESANTREN KARANGASEM PACIRAN LAMONGAN
2011/2012
PROPOSAL
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS (PTK)
A.
JUDUL
PENELITIAN
”UPAYA
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL”
(Penelitian
Tindakan Kelas, Kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam)
B.
Mata Pelajaran
dan Bidang Kajian
Penelitian
dengan judul di atas adalah penelitian Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran. Dengan bidang Akhlak
dengan materi Tata Cara Makan dan Minum.
C.
Pendahuluan
Islam merupakan agama yang sempurna. Mencakup semua sisi hidup dan
kehidupan dari mulai sisi pribadi sampai pengurusan masyarakat secara luas,
dari mulai hubungan manusia dengan tuhannya sampai hubungan manusia dengan
manusia dan lingkungan sekitarnya. Sehingga mempelajari ajaran agama ini
merupakan sebuah kewajiban individu (fardlu ’ain), yang berkonsekuensi
setiap muslim apabila tidak mempelajarinya maka dia dihukumi berdosa.
Secara garis besar materi pelajaran Pendidikan Agama Islam di
sekolah melingkupi akidah, akhlak, muamalah, ibadah dan sejarah. Dengan lingkup
yang demikian komplek dan lengkap tersebut seharusnya pengamalan ajaran islam
di sekolah harus sudah mencapai titik yang mendekati angka harapan yang tinggi
untuk terciptanya lingkungan yang islami. Tidak ditemui lagi siswa yang malak
teman-temannya, sampah yang tidak pada tempatnya, guru marah karena ada siswa
yang makan permen karet ketika belajar, membuat keributan di dalam atau di luar
kelas dan lain sebagainya.
Akhlak atau sikap baik terhadap sesama manusia maupun lingkungan
merupakan hal yang mudah sekali untuk menilai seberapa tinggi penguasaan nilai
atau moral seseorang, baik atau jeleknya seseorang tergantung pada akhlaknya
tersebut. ”Kita menghukumi dengan apa yang nampak” , dan yang nampak itu
adalah akhlak.
Di SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran yang penulis teliti
banyak disaksikan sampah yang berserakan dimana-mana, mulai dari ruang pribadi
sampai ruang perhelatan umum. Ketika dicermati secara lebih detail lagi
ternyata sampah yang berserakan tersebut mayoritas adalah sampah yang mulanya
sebagai bungkus makanan yang biasanya berupa plastik. Sedangkan sampah jenis
lainnya seperti kertas, plastik, daun-daunan, kayu dan lain-lainnya merupakan sampah
yang berasal dari kegiatan siswa yang lain, misalnya proses belajar mengajar
dengan prosentase sampah yang sangat kecil.
Disamping sampah yang berserakan penulis juga melihat bagaimana
siswa-siswa memakan makanannya. Mulai dari mana ia membeli, dimana dan cara
memakannya, tempat yang digunakan, semuanya menimbulkan keprihatinan penulis.
Penulispun mencoba mengkritisi teknik pembelajaran akhlak khususnya
dalam soal akhlak ketika makan yang jelas mempunyai hubungan langsung dengan
kebiasaan siswa yang merupakan kenyataan yang memprihatinkan tersebut. Metode
mengajarkan akhlak khususnya dalam cara makan, selama ini ternyata hanya
menggunakan metode ceramah dan anjuran karena hal tersebut dianggap merupakan
hal yang biasa.
Sepengetahuan penulis penelitian tentang hal tersebut belum
ditemui. Dari kenyataan tersebut penulis ingin menerapkan satu metode mengajar
”drill” untuk meningkatkan penguasaan pemahaman siswa terhadap materi ”Adab
Makan dan Minum”.
Sebuah perkara yang dianggap baru bila hanya dikomunikasikan secara
verbal saja tentu akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan baik bagi
sipenerima maupun dalam penerapannya. That practice make perfect (Gunawan
Hupoyo; 1986) pribahasa ini menjadi panduan untuk diterapkannya metode drill.
Materi akhlak tentang cara makan dan minum merupakan materi
berulang yang perlu dijajaki kebenaran pelaksanaannya. Dengan metode drill
diharapkan murid akan semakin paham terhadap materi yang diajarkan. Drill
diartikan juga sebagai latihan siap, dimana metode ini tepat dipergunakan untuk
melatih ulangan pelajaran yang sudah diberikan (Zuhairini; 1983).
Makan dan minum dalam ajaran islam diatur tatacaranya, sehingga
materi tersebut merupakan materi campuran antara akhlak dan keterampilan. Dengan demikian dibutuhkan tes
keterampilan yang salah satu pelaksanaannya dibutuhkan kriteria authenticity,
artinya sebuah pertimbangan apakah materi tersebut sesuai tidak dengan
perbuatan siswa sehari-hari (Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Agama Islam;
2003).
D.
Rumusan Masalah
dan Pemecahannya
Di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIII
SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran yang materinya mengupas tentang akhlak
yakni adab makan dan minum masih mengalami kendala dalam penyampampaian
pembelajaran maupun dalam penerimaan
murid tentang pembelajaran akhlak tersebut. Selama ini perhatian dan penerimaan
pembelajaran ini masih kurang jadi butuh adanya model pembelajaran yang
sesauai.
Untuk mengupayakan minat murid tehadap bahan ajar, dibutuhkan yang
namanya pembelajaran yang menarik minat
murid untuk belajar, menyenangkan dan menggiring mereka kearah tujuan
pembelajaran yang hendak dicapai.
Proses perubahan sistem pembelajaran kearah yang hendak dicapai haruslah diikuti dengan
menerapkan suatu model pembelajaran.
Melihat karakteristik materi yang ada dalam panduan Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD), materi ini menurut hemat penulis cocok sekali dengan
metode Drill.
Rumusan masalah penelitian ini di susun dalam kalimat
pertanyaan sebagai berikut.
1)
Adakah peningkatan perhatian murid
pada pembelajaran akhlak, murid kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem
Paciran?
2)
Adakah keberanian murid untuk tampil
menjawab soal di depan kelas yang
diberikan guru?
3)
Adakah murid yang menjawab soal dilembar jawaban yang diberikan kepada
mereka?
4)
Adakah kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang
materi yang diajarkan ?
5)
Adakah kejelian murid untuk
menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban mereka?
6)
Adakah perhatian murid untuk menyelesaikan
tugas mudah yang di berikan kepada mereka ?
7)
Adakah perhatian murid untuk
menyelesaikan tugas sulit yang di berikan
kepada mereka?
8)
Adakah jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis
baik?
9)
Adakah jumlah murid yang memperoleh
peningkatan nilai ?
10)
Adakah jumlah murid yang memperoleh
penurunan nilai ?
Pada intinya perumusan masalah ini terfokus pada pembatasan masalah
sebagai berikut; yaitu menguji apakah metode Drill mampu meningkatkan pemahaman
siswa dalam pembelajaran akhlak materi adab makan dan minum pada siswa kelas
VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran ?
E.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini ingin memperoleh
gambaran lengkap tentang hal-hal di bawah ini :
1.
Peningkatan perhatian murid pada
pembelajaran akhlak, murid kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem
Paciran,
2. Keberanian
murid untuk tampil menjawab soal di depan kelas
yang diberikan guru
3. Adanya murid yang menjawab soal di lembar jawaban yang diberikan kepada
mereka,
4. Kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang
materi yang diajarkan.
5. Kejelian
murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban
mereka.
6. Perhatian
murid untuk menyelesaikan tugas mudah yang di berikan kepada mereka.
7. Perhatian
murid untuk menyelesaikan tugas sulit yang di berikan kepada mereka.
8. Jumlah
murid yang memberikan jawaban tertulis baik.
9. Jumlah
murid yang memperoleh peningkatan nilai.
10.
Jumlah murid yang memperoleh
penurunan nilai.
Sehingga dengan terjawabnya 10 permasalahan tersebut maka akan
diketahui sejauh mana metode Drill dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam
pembelajaran akhlak , materi adab makan dan minum pada siswa kelas VIII SMP
Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran.
F.
Manfaat Hasil
Penelitian
Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini bisa bermanfat
bagi semua pihak yang membaca penelitian ini,terutama bermanfaat bagi :
1. Murid
Murid diberikan
pengalaman belajar dengan model pembelajaran Drill. Dengan model pembelajaran
ini murid bisa meningkatkan pemahamannya tentang Adab Makan dan Minum.
2. Guru
Model
pembelajaran Drill sangat membantu guru dalam pengajaran Akhlak hususnya
materi Adab Makan dan Minum, karena
murid akan lebih mengerti dan tertarik. Ternyata juga murid lebih memahami
pembelajaran Adab Makan dan Minum dengan cara praktek langsung.
3. Peneliti (Researcher)
Peneliti
berharap dengan penelitian model ini bisa menjadi salah satu bahan rujukan
penelitian dan juga bisa menjadi salah satu bahan untuk peneliti lain merevisi
penelitiannya.
4. Lembaga (sekolah)
Manfaat
penelitian ini bagi sekolah adalah sebagai motivasi positif bagi guru-guru yang
ada di sekolah agar bisa menghasilkan penelitian tindakan kelas yang lebih banyak lagi. Dan merupakan suatu
Prestasi bagi sekolah yang bisa menghasikan peneliti- peneliti yang produktif.
G.
Kajian Pustaka
1.
Kajian Teori
Membiasakan Prilaku terpuji
Standar Kompetensi (SK) Membiasakan Prilaku Terpuji merupakan
materi yang tergabung dalam kelompok akhlak. Materi pokok Pendidikan Agama
Islam meliputi tiga ajaran pokok islam yaitu : masalah keimanan (aqidah),
keislaman (syari’ah) dan ihsan (akhlak).
Ketiganya haruslah tercermin dalam kehidupan sehari-hari, menurut
buku Pedoman Penyusunan Tes Diagnostik Pendidikan Agama Islam menyatakan bahwa
kemampuan menerapkan akhlakul karimah dan menghindari akhlak tercela dalam
kehidupan sehari-hari harus dicapai melalui empat materi pokok, salah satunya
adalah Tatakrama dalam Kehidupan (2003).
Dengan demikian Adab Makan dan Minum merupakan bagian dari akhlak
yang harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut Zuhairini dkk
(1983) mengartikan bahwa akhlak adalah suatu amalan yang bersifat pelengkap
penyempurna bagi kedua amal di atas (aqidah dan syari’ah) dan yang mengajarkan
tentang tata cara pergaulan hidup manusia.
Al-Ghazali mengatakan mendidik anak merupakan urusan yang paling
penting, orang tua (murabbi) berkewajiban memelihara anak-anaknya dengan
cara mendidik dan mengajarinya akhlak-akhlak yang mulia (Jamal Abdul Rahman:
2005).
Untuk mencapai tujuan mengajar maka dibutuhkan alat pencapaian
mengajar, akhirnya lahirlah berbagai metode mengajar yang bersifat parsial
maupun universal – bisa dipakai oleh berbagai materi dan mata pelajaran.
Memperhatikan karakteristik materi yaitu Adab makan dan minum penulis berusaha
mempadu padankan beberapa teori mengajar. Dan akhirnya jatuh pada pilihan
metode Drill /Latihan Siap.
Metode Drill ialah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran
dengan jalan melatih anak-anak terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan.
Metode ini digunakan pada pelajaran-pelajaran yang bersifat motoris
(Zuhairini:1983).
2.
Implementasi
Metode Drill pada Pembelajaran Adab Makan dan Minum
Metode Drill tepat digunakan apabila pelajaran dimaksudkan untuk
melatih ulang pelajaran yang sudah diberikan dan atu sedang berlangsung. Selain
itu pelajaranpun bertujuan melatih keterampilan anak dalam mengerjakan sesuatu.
Metode ini dipergunakan untuk memperkuat daya tanggapan anak terhadap
pelajaran.
Segi positif metode ini adalah dalam waktu singkat, cepat dapat
memperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan. Tertanam pada anak-anak
kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Tetapi mempunyai sisi negatifnya
pula yaitu menghambat perkembangan daya inisiatif murid, kurang memperhatikan
perkembangan lingkungan dan membentuk kebiasaan yang kaku dan otomatis (Zuhairini;1983).
Untuk mengurangi sisi negatifnya tersebut, maka penulis menyusun
langkah-langkah sebagai berikut :
a.
Memberikan instruksi alat-alat yang
harus dibawa pada pertemuan sebelumnya.
b.
Memberikan pengertian dasar tentang
materi adab makan dan minum.
c.
Membagi siswa kedalam beberapa
kelompok dan tugas yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, yaitu kelompok
makan dalam ruangan, kelompok makan di ruang terbuka dan kelompok makan di
tempat yang tidak mempunyai tempat duduknya.
d.
Mengambil kesimpulan.
H.
Prosedur
Penelitian
1) Seting Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada semester genap di kelas VIII SMP
Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran yang memiliki jumlah siswa sebesar 34 orang.
Penelitian ini berlangsung selama 2 kali pertemuan pada minggu kedua dan minggu
ketiga bulan November tahun 2011. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 x 40
menit.
2) Indikator Keberhasilan
Indikator yang menjadi acuan keberhasilan dalam setiap tindakan,
berupa gradasi sebagai berikut:
1)
80 – 100 : sangat berhasil
2)
60 – 79 : berhasil
3)
40 – 59 : cukup berhasil
4)
20 – 39 : kurang berhasil
5)
0 – 19 : tidak berhasil (tatang
sunendar, 2007)
Sedangkan
kemampuannya berdasarkan ranah kognitif yang diukur dengan anggka KKM. Untuk
KKM Pendidikan Agama Islam SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran adalah 75,44.
3) Siklus Tindakan
Siklus tindakan
yang akan dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi,
dan refleksi. Dalam dua kali pertemuan, penelitian ini diisi dengan 2 siklus.
1)
Siklus pertama
a.
Perencanaan
Perencanaan ini
sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun penulis dengan tindakan
pembelajaran interaktif.
b.
Pelaksanaan
Pembelajaran
dilakukan berdasarkan skenario pembelajaran dan dilakukan di tempat-tempat yang
telah ditentukan.
c.
Pengamatan dan
Evaluasi
Melakukan
pengamatan atas aktivitas siswa dan melakukan tes pada akhir pembelajaran.
Minta bantuan teman sejawat untuk mengamati aktivitas guru dan interaksi antara
guru dan siswa.
d.
Refleksi
Membahas aktivitas siswa dan guru serta menganalisis hasil
evaluasi.
2)
Siklus kedua
Hasil refleksi
siklus pertama dijadikan pedoman pada pelaksanaan siklus kedua untuk
memperbaikinya.
a.
Perencanaan
Perencanaan ini
sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun penulis dengan metode
Drill/Latihan Siap dan diimplementasikan dengan pembelajaran interaktif.
b.
Pelaksanaan
Pembelajaran
dilakukan berdasarkan skenario pembelajaran dan dilakukan di tempat-tempat yang
telah ditentukan.
c.
Pengamatan dan
evaluasi
Melakukan
pengamatan atas aktivitas siswa dan melakukan tes pada akhir pembelajaran.
Minta bantuan teman sejawat untuk mengamati aktivitas guru dan interaksi antara
guru dan siswa.
e.
Refleksi
Membahas aktivitas siswa dan guru serta menganalisis hasil
evaluasi.
I.
Hipotesis
Tindakan
Dalam rumusan
ini digunakan hipotesis tindakan kelas (Classroom
Action) yang berjudul :
“UPAYA
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL”
(Penelitian
Tindakan Kelas, Kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem Paciran pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam) seperti berikut:
1)
H1 : Ada peningkatan perhatian murid pada pembelajaran Adab makan dan minum Murid kelas VIII SMP Muhammadiyah 14
Karangasem Paciran,
H0 : Tidak Ada peningkatan
perhatian murid pada pembelajaran
Adab makan dan minum Murid kelas VIII SMP Muhammadiyah 14 Karangasem
Paciran.
2)
H1 : Ada keberanian murid untuk
tampil menjawab soal di depan kelas.
H0 : Tidak Ada keberanian murid untuk tampil menjawab soal di depan
kelas
3)
H1 : Ada jawaban murid dari soal di
lembar jawaban yang diberikan kepada mereka.
H0 : Tidak Ada jawaban murid dari soal di lembar jawaban
yang diberikan kepada mereka..
4)
H1 : Ada kesungguhan murid untuk
mengajukan pertanyaan tentang materi yang di ajarkan.
H0 : Tidak Ada kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan
tentang materi yang diajarkan
5)
H1 : Ada kejelian murid untuk
menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban yang
disediakan.
H0 : Tidak Ada kejelian
murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban
yang diberikan.
6)
H1 : Ada perhatian murid dalam
menyelesaikan tugas yang mudah yang diberikan pada mereka.
H0 : Tidak Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang mudah
yang diberikan pada mereka.
7)
H1 : Ada perhatian murid dalam
menyelesaikan tugas yang sulit yang diberikan pada mereka.
H0 : Tidak Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang sulit
yang diberikan pada mereka.
8)
H1 : Ada Jumlah murid yang memberikan
jawaban tertulis baik di buku catatan
maupun jawaban yang di selesaikan di
papan tulis.
H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis baik
di buku catatan maupun jawaban yang
diselesaikan di papan tulis.
9)
H1 : Ada Jumlah murid yang memperoleh
peningkatan nilai
H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memperoleh peningkatan nilai.
10)
H1 : Ada Jumlah murid yang
memperoleh penurunan nilai.
H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memperoleh penurunan nilai.
J.
Jadwal
Penelitian
1.
Perencanaan :
Tanggal 10 - 20 November 2011.
2.
Pelaksanaan :
a.
Siklus 1 (satu) tanggal 22 November
2011, pukul 09.10 – 10.30 WIB.
b.
Siklus 2 (dua) tanggal 29 November
2011, pukul 07.10 – 08.30 WIB.
3.
Penyusunan Laporan : Tanggal 02 – 18 Desember 2011.
4.
Pelaporan : Tanggal 22 Desember 2011.
K.
Biaya
Penelitian
1.
Administrasi (Kertas, tinta print,
Jilid, FC naskah ) : Rp 200.000,00
2.
Konsultasi & Akomodasi :
Rp 750.000,00
3.
Konsumsi :
Rp 300.000,00
4.
Dokumentasi/Arsip : Rp 500.000,00
5.
Lain-lain : Rp.
150.000,00
Jumlah : Rp 1.900.000,00
L.
Personalia
Penelitian
Pada penelitian
ini, peneliti dibantu dengan satu (1) orang sebagai kameramen dan dua (2) orang
sebagai observer. Jadi jumlah personalia penelitian sebanyak empat (4) orang.
M.
Daftar Pustaka
1.
Abdur Rahman, Jamal, 2005. Tahapan
Mendidik Anak. Bandung : Irsyad Baitus Salam.
2.
Al-Atas, Muhamad Al-Naquib, 1994.
Konsep Pendidikan dalam Islam. Bandung: Penerbit Mizan.
3.
Al-Abrasyi, M. Athiyah, 1990.
Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta : Bulan Bintang.
4.
Al-Munir, Mahmud Samir, 2004. Guru
Teladan di bawah Bimbingan Allah. Jakarta : Gema Insani.
5.
Anonimous, 2003. Pedoman
Pengembangan Tes Diagnostik Agama Islam. Jakarta : Direktorat Pendidikan
Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional.
6.
Baradja, Umar, 1992. Bimbingan
Akhlak Bagi Putra-putra Anda (2). Surabaya – Indonesia : Pustaka Progresif.
7.
Hupoyo, Gunawan, 1991. The Boyhood
of Ronggowarsito. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
8.
Zuhairini, Dra. H., 1983. Methodik
Khusus Pendidikan Agama. Malang : Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan
Ampel.
N.
Lampiran-lampiran
1.
Instrumen Penelitian
2.
CV Semua Peneliti
3.
Surat Keterangan Penelitian
4.
Rencana Pembelajaran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar