Sabtu, 07 Januari 2012

Sudahkah Kita Syukur Nikmat...???
“Ketika Tuhanmu mengumumkan: “Jika kamu bersyukur atas karuniaku, pasti Aku tambah untukmu. Jika kamu berlaku ingkar, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(Q.S: Ibrahiim: 7)

 Berfikir Sejenak Seputar Nikmat

            Suatu ketika seseorang yang hidup dengan kenikmatan materi yang cukup melimpah dengan rumah mewah dan mobil yang wah pula, sedang diberikan ujian sakit. Dengan segala daya upaya dia berkeinginan untuk bisa segera pulih dan disembuhkan dari sakitnya.Walaupun harus kehilangan sebagian besar hartanya, orang tersebut tetap bersikeras untuk bisa mendapatkan kembali kesehatan yang dia dapatkan secara gratis dari Allah SWT. Akhirnya sadarlah orang tersebut akan mahalnya nikmat kesehatan yang Allah SWT anugerahkan sebagai wujud Maha Pengasihnya.
          
            Di lain tempat, seorang pelajar dan keluarganya diberikan nikmat kesempatan di anugerahkan oleh Allah SWT tempat belajar yang baik dan fasilitas yang cukup memadai. Karena kurangnya rasa syukur atas nikmat tersebut, Allah SWT memberikan ujian dan cobaan berupa dikuranginya nikmat kesempatan mendapatkan tempat belajar serta fasilitas diberikan kepada pelajar tersebut. Dengan segala penyesalan dan rasa bersalahnya, akhirnya pelajar tersebut harus mendapatkan imbalan dari perbuatannya sendiri. Ia pun menjadi sadar betapa pentingnya menghargai nikmat kesempatan yang selama ini sering ia acuhkan begitu saja.
             
        Dua cerita di atas hanyalah sekelumit kisah dari sekian milyar manusia yang Allah ciptakan di muka bumi ini. Dari sekian manusia yang Allah SWT ciptakan, masih banyak yang kufur bahkan ingkar dari nikmat-nikmat mereka terima. Akan tetapi, Allah SWT tetap memiliki sifat Maha Pemurah yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya. Allah SWT tidak akan mengurangi maha kasih-Nya kepada setiap manusia walaupun mereka kufur terhadap nikmat-Nya. Bahkan Allah akan menambahkan kenikmatannya jika hamba-Nya selalu mensyukuri nikmat-Nya.

 Dengan Apa Kita Syukur Nikmat?

            Allah SWT menganugerahkan berbagai macam nikmat, diantaranya nikmat materi berupa harta yang melimpah, rumah yang megah, kendaraan pribadi yang mewah, hasil bumi yang gemah ripah dan sebagainya. Begitu juga nikmat ilmu yang bermanfaat atau kemampuan yang lebih dibandingkan orang lain dan nikmat kesempatan seperti jabatan dan pangkat serta tahta yang manusia sering perebutkan hanya untuk kepuasan urusan dunia pada umumnya. 

Cara mensyukuri nikmat pun bermacam-macam, mulai dari menyisihkan sebagian harta untuk zakat kepada mustahiq atau orang-orang yang berhak menerima zakat, bersedekah agar supaya harta yang kita miliki tumbuh berkembang dan berbarokah. Adapun nikmat ilmu dan kecerdasan dapat kita wujudkan rasa syukurnya dengan selalu giat menuntut ilmu dan meraih cita-cita serta mengajarkan ilmu kepada anak cucu kita ataupun orang-orang disekitar kita tanpa harus memiliki status sebagai seorang guru. Sabda Nabi Muhammad SAW : “tiga hal yang tidak akan terputus amalnya yaitu: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat (yang di ajarkan , serta anak saleh yang selalu mendoakan bapak-ibunya (walaupun keduanya sudah tiada). 

Sedangkan nikmat kesempatan berupa jabatan, pangkat, maupun tahta adalah nikmat duniawi yang sering melupakan manusia dari beribadah, maka cara mensyukuri nikmat kesempatan adalah selalu mengingat Allah SWT dan menghindari hal-hal yang menjerumuskan kepada kezhaliman seperti melakukan tindakan korupsi, menipu rakyat, dan memakan harta anak yatim serta harta-harta yang bukan menjadi haknya. Seorang Khalifah berkata: “Amal sholehnya orang yang diberikan harta banyak adalah sodaqohnya, dan amal sholeh orang berilmu adalah dengan mengajarkannya”. Demikianlah refleksi dari nikmat dan bagaimana mensyukuri nikmat Allah berikan.

Intisari Syukur Nikmat

               Bersyukur artinya merefleksikan diri dengan memberikan timbal balik atas suatu nikmat yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Bersyukur mrnjadikan kita selalu ingat bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah milik-Nya dan kita wajib memberikan apresiasi sebagai wujud rasa syukur kita. Bersyukur juga membuat manusia selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang manusia upayakan hanya akan terjadi jikalau Allah SWT menghendaki. Oleh karena itu menusia akan selalu bertaqarrub atau mendekatkan diri dan bertawakal atau berserah diri kepada-Nya.

            Bersyukur menjadikan pribadi manusia tahan terhadap musibah, karena segala macam musibah baik itu di bumi maupun dalam diri manusia semuanya tercatat dalam dalam lauh al-mahfudz, jauh sebelum manusia diciptakan. ”Segala musibah yang terjadi di bumi atau yang menimpa dirimu, semuanya tercatat dalam kitab (pengetahuan Allah) sebelum Kami menciptakannya. Yang demikian itu bagi Allah sangat mudah.”Demikian firman Allah dalam surat al-Hadid ayat 23.

            Bersyukur juga membuat manusia selalu dapat menimbang segala perbuatan yang akan dilakukannya dengan balance atau seimbang agar supaya tidak berputus asa terhadap apa yang lepas dari manusia, dan tidak bersuka ria secara berlebihan atas anugerah yang diberikan Allah SWT, Dalam surat yang sama ayat 24, Allah berfirman: ”Agar kamu jangan berputus asa atas apa yang lepas darimu, dan jangan bersuka ria atas anugerah yang diberikan kepadamu. Allah tidak senang orang-orang yang menepuk dada.” 
               
             Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak kisah yang menceritakan tentang hamba-hamba Allah yang bersyukur dan juga berdo’a ketika mensyukuri nikmat Allah SWT, salah satunya adalah do’a Nabi Sulaiman ketika beliau mendengar rombongan semut yang menghindar dari jalan yang akan dilewati Nabi Sulaiman dan para pasukannya dari golongan manusia, jin, dan para binatang. Nabi Sulaiman tersenyum seraya berdo’a untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang tidak di anugerahkan kepada makhluk selain Nabi Sulaiman sendiri. Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi yang dikaruniai mu’jizat dapat berbicara dengan bahasa binatang dan memiliki istana yang sangat megah dengan pasukan dari golongan manusia, jin, dan binatang. Atas nikmat tersebut, Nabi Sulaiman tidak meneepuk dada dan tetap terus berdoa memohon bimbingan Allah:
   
   ”Wahai Tuhanku, bimbinglah aku untuk selalu bersyukur atas kenikmatan yang Engkau berikan kepadaku ,juga kepada kedua orang tuaku dan agar aku melakukan amal yang Engkau ridloi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu bersama hamba-hamba-Mu yang saleh.”
           
        Wujud syukur memang beragam. Namun semuanya tetap kembali pada satu pemahaman dan keyakinan dasar bahwa “apa yang ada dalam diri kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali kepada-Nya serta kelak akan kita pertanggung jawabkan di hadapan-Nya”. Mari Belajarl untuk menjadi orang yang amanah terhadap semua nikmat-Nya!
Wallahu a’lam bish Shawwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar